"Hei Ann! Aku kebagian kamar yang isinya 3 orang, cewek semua! Uda gitu, ada pianis terkenal si Christina itu!" seruku riang.
"Hei Mike, terkenal sih terkenal, cantik sih cantik, tapi somboingnya itu lo, ckckck, masya Allah de...!" seru Ann sambil menggelengkan kepala. Lalu ia bercerita di sepanjang perjalanan menuju asrama, tentang Christina, putri tunggal jutawan Arcellino Wolter Brown, cantik jelita dengan rambut sebahunya. Ia disukai banyak kaum Adam yang jumlahnya jelas nggak sedikit. Benar-benar primadona. "Eh Mike, asramaku udah deket tu, udah dulu ya, Bye..!"
Kami lalu menempuh jalan kami masing=masing. Semenit kemudian, aku berdiri di depan pintu bertulisan "DrAgOn'S WiNg". Kemudian muncul suara "Password". Segera kusebut nama lengkapku dan...inilah asramaku. Aku lalu menjumpai gadis yang tak saling bicara. Yang satu berambut sepinggang berombak dan berkacamata lalu serentak menyapaku. Yang satu lagi......tak usah diterangkan lagi, itulah Chris. "Hai!" Sapaku ramah.
"Hai, salam kenal, aku Sarah, kamu Michelle ya?" sapa gadis berkacamata itu.
"Just call me Mike. Hai Chris!" sapaku, namun Christina hanya diam sambil menata rambutnya yang sebahu itu. "Chris..Chris.." sapaku berulang-ulang.
"Hei, memangnya kamu tu sapa?? Enak aja manggil manggil namaku..." Cetusnya kasar. Aku serentak kaget plus jengkel.
"E..dasar belagu, sok cantik, padahal...kayak monyet kurang gizi.." jawabku kasar pula.
"Apa?? Dasar! Awas ya! Ntar aq bilangin daddy!!" serunya sambil menjejakkan kaki. Ia terus menerus mengomel sembari menekan bel untuk memanggil guru wali asrama Seiryuu, Bu Liz.
"Ada apa? Siapa yang menekan bel? Ada masalah apa?" tanya Bu Liz sesaat kwmudian setelah tiba di "DrAgOn'S WiNg".
"Bu Liz, setan itu gangguin aku...!" serunya merengek sambil mendekati bu Liz.
"Apa? Kau panggil apa aku tadi? Setan? Ngaca dulu sana!" tandasku.
"Bu, pokoknya saya mau pindah asrama! Sekarang juga!" Cetusnya lagi.
"Ya ya ya, silakan pergi! Pergi!"
"Nn. Michelle!", teriak Bu Liz seketika.
"Nama saya Mike." jawabku enggan.
"Yah, terserah, saya sudah membaca rekomendasimu dari sekolah yang dulu." tuturnya sambil mengernyitkan alis.
"Wah wah, rupanya saya terkenal juga.." sahutku santai.
"Kamu?!?!? Nn. Christina, bereskan barangmu!" geram beliau kesal lalu keluar kamar. Sekilas aku melihat Sarah melongo. Christina lalu pergi dengan menjulurkan lidahnya yang bertujuan untuk mengejekku, yang juga tidak meninggalkan efek sedikitpun padaku.
"Lupain aja, tar juga kapok, yuk." jawabku santai pada Sarah. Kami ngobrol lama sekali sampai terdengar suara password diterima, seseorang masuk.
"Hi Mike, rupanya kita jodoh, aku dimutasi ke sini, apesnya asramaku tadi semua genk-nya Christina". Aku mengenali suara itu, Ann! Dia sekamar denganku!.
to be continue...
Monday, August 2, 2010
Subscribe to:
Posts (Atom)
